Sejarah

Ketinggian Gunung Tangkuban Parahu ini kurang lebih 2.084 meter dari permukaan laut, gunung ini memiliki kawah aktif, dari jumlah kawah  terdapat sembilan kawah, dalam sejarah geologi Gunung Tangkuban Parahu ini merupakan sisa dari Gunung Purba di Indonesia, menurut para ahli geologi kawasan dataran tinggi di permukaan tinggi Bandung yang memiliki ketinggian kurang lebih 109 meter dari permukaan laut adalah merupakan sisa dari sebuah danau besar yang terbentuk akibat dari pembendungan sungai Citarum, sehingga bila dikaitkan dengan legenda masyarakat Gunung Ini berkaitan dengan peristiwa saat itu.

Gunung Api Tangkuban Parahu terbentuk dari letusan Gunung Sunda yang memulai letusan pertamanya pada tahun 1829 dan berakhir meletus pada tahun 1929, berikut catatan letusan nya:

1829 : Erupsi abu dan batu dari Kawah Ratu dan Kawah Domas.
1846 : Terjadi erupsi, peningkatan kegiatan kawah
1896 : Terbentuk fumarol baru di sebelah utara Kawah Badak
1900 : Erupsi uap daru Kawah Ratu
1910  : Kolam asap membumbung setinggi 2 Km di atas dinding kawah, erupsi berasal dari Kawah Ratu
1926 : Erupsi freatik di Kawah Ratu membentuk lubang ecoma
1935 : Lapangan fumarol baru disebut Badak terjadi 150n meter kearah selatan baratdaya dari Kawah Ratu
1952 : Erupsi abu didahului oleh erupsi hidrothermal (freatik)
1957 : Erupsi freatik di Kawah Ratu, terbentuk lubang kawah yang baru
1961 : Erupsi freatik
1965 : Erupsi freatik
1969 : erupsi freatik didahului oleh erupsi lemah menghasilkan abu
1971 : Erupsi freatik
1983 : Awan abu membumbung setinggi 159 meter di atas kawah Ratu
1992 : peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dengan erupsi freatik kecil
1994 : Erupsi freatik Kawah Baru
2005 :
2013 :

TOP